Diposting oleh:

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp

Takhrij Sebagai Metode Studi Hadits

Oleh Yuni Hidayati, S.Pd., M.Si – Dosen Manajemen Pendidikan Islam (MPI)

  1. Pendahuluan

Hadits merupakan sumber ajaran Islam di samping al-Qur’an. Dilihat dari periwayatannya, Hadits berbeda dengan al-Qur’an: ayat-ayat al-Qur’an diriwayatkan secara mutawatir; sedangkan Hadits, sebagian diriwayatkan secara mutawatir, dan sebagian (besar) diriwayatkan secara ahad. Oleh karena itu, dari segi periwayatannya, ayat-ayat al-Qur’an mempunyai kedudukan sebagai qath`iy al-wurud, sedangkan Hadits, sebagian mempunyai kedudukan sebagai qath`iy al-wurud, sebagian lagi –bahkan sebagian besar—berkedudukan sebagai zhanniy al-wurud. Karena kedudukannya itu, seluruh ayat al-Qur’an tidak perlu dilakukan penelitian tentang orisinalitasnya, sedangkan Hadits yang berkategori ahad, perlu diteliti apakah dapat dipertanggungjawabkan periwayatannya berasal dari Nabi atau tidak[1].

Hadits mutawatir, karena mempunyai kedudukan sebagai qath`iy al-wurud (seperti al-Qur’an), tidak perlu dilakukan penelitian tentang orisinalitasnya; sedangkan hadits ahad, perlu dilakukan penelitian untuk menentukan keshahihannya, sehingga diperoleh kesimpulan apakah hadits tersebut dapat diterima atau harus ditolak.

Cara untuk menentukan keshahihan hadits adalah dengan menggunakan kaidah keshahihan (yang disebut tashhih) dan atar dasar petunjuk literatur (yang disebut i`tibar). Jika dikaji lebih lanjut, petunjuk tersebut dirumuskan sebagai metode takhrij[2].

  1. Pengertian Takhrij al-Hadits

Kata al-takhrij menurut pengetian bahasa berarti “berkumpulnya dua perkara yang berlawanan pada sesuatu yang satu”. Kata al-takhrij sering dipakai untuk beberapa pengertian, diantaranya: 1) al-istinbath (mengeluarkan); 2) al-tadrib (melatih atau membiasakan); dan 3) al-taujih (memperhadapkan). Sedangkan menurut istilah dan biasa dipakai oleh ulama Hadits, kata al-takhrij mempunyai beberapa arti, yakni:

Selengkapnya klik disini

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on telegram
Share on twitter

Berikan komentar

Ikuti Kami

Kritik dan saran